Monday, December 5, 2016

KABUPATEN SAROLANGUN

Sejarah Sarolangun

Setelah Proklamasi kemerdekaan Indonesia dicetuskan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, kota Sarolangun yang pernah menjadi basis patrol Belanda menjadi bagian dari Kabupaten Jambi ilir (Timur) dengan pusat pemerintahannya berkedudukan di Jambi dengan Bupatinya pada masa itu adalah M. Kamil. Pada tahun 1950 sampai Jambi menjadi Propinsi tahun 1957, Sarolangun menjadi kewedanaan bersama kota-kota lainnya yaitu Bangko, Muaro Bungo, dan Muaro Tebo yang tergabung dalam Kabupaten Merangin dengan Ibukotanya semula berkedudukan di Jambi yang selanjutnya berpindah ke Sungai Emas Bangko. Sejak saat itu, Kota Sarolangun menjadi Kewedanaan selama kurang lebih 20 tahun. Selanjutnya dimulai dari tahun 1960 berdasarkan hasil sidang pleno DPRD Kabupaten Merangin dipecah menjadi dua Kebupaten, yaitu Kabupaten Sarolangun Bangko dan Kabupaten Bungo Tebo. Maka sejak saat itu kewedanaan Sarolangun secara resmi menjadi bagian wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Sarolangun Bangko dengan ibukotanya Bangko. Melalui Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 secara yuridis formal Kabupaten Sarolangun resmi terbentuk.

Selanjutnya diperkuat dengan Keputusan DPRD Propinsi Jambi Nomor : 2/DPRD/99 Tanggal 9 Juli 1999 Tentang Pemekaran Kabupaten di Propinsi Jambi menjadi 9 Kabupaten dan 1 Kota. Atas dasar kebijakan tersebut, maka pada tanggaln 12 Oktober 1999 Kabupaten Sarolangun resmi menjadi daerah otonom dengan Bupati Pertama 1999 - 2001 adalah H. Muhammad Madel (Care Taker). Kemudian berdasarkan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati melalui DPRD Kabupaten Sarolangun Tahun 2001 terpilih Bupati dan Wakil Bupati H. Muhammad Madel, dan H. Maryadi Syarif. Saat ini setelah dilaksanakannya pemilihan umum secara langsung pada bulan Juli 2006 yang merupakan pemilu lansung pertama bagi Kabupaten Sarolangun maka terpilihlah H. Hasan Basri Agus dan H. Cek Endra sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun terpilih periode 2006 – 2011. Berdasarkan Hasil Pemilukada Tahun 2011 maka terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2011 - 2016 adalah H. Cek Endra dan Pahrul Rozi.

Dalam rangka melengkapi kelembagaan pemerintahaan dan birokrasi publik dan sebagai Kabupaten Pemekaran, maka lembaga Legislatif Kabupaten Sarolangun DPRD pada awal berdirinya masih merupakan bagian dari DRPD Kabupaten  Sarolangun Bangko (Sarko). Pemisahan lembaga Legislatif Kabupaten Sarolangun dibentuk bersamaan dengan dasar Undang – Undang Nomor 54 Tahun 1999 dan selanjutnya disempurnakan kembali melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2000 dengan jumlah anggota DPRD sebanyak 25 orang.

Pada awal berdirinya Kabupaten Sarolangun terdiri dari 6 (enam) Kecamatan, 107 Desa, 4 Kelurahan dan 2 Desa Unit Pemukiman Transmigrasi dan saat ini tahun 2013 sudah menjadi 10 Kecamatan, 9 kelurahan, dan 149 Desa.




Gambaran Umum

Luas wilayah Kabupaten Sarolangun ± 6.174,43 Km² atau 617.400. (Ha) serta terletak pada ketinggian 20-1950 M dari Permukaan Laut yang terdiri dari Dataran Rendah 5.248 Km² (85%) dan Dataran Tinggi 926 Km² (15%).
Secara administrasi, Kabupaten Sarolangun terbagi menjadi 10 Kecamatan, 149 Desa dan 9 kelurahan. Jarak dari ibukota Provinsi Jambi ke ibukota Kabupaten Sarolangun sekitar 180 Km dan dapat ditempuh selama 4 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat. Jumlah penduduk Kabupaten Sarolangun tahun 2013 mencapai 267.549 jiwa, terdiri dari laki-laki ± 136.344 jiwa dan perempuan ± 131.205 sedangkan pada tahun 2014 meningkatkan menjadi 272.203 jiwa terdiri dari laki-laki 138.692 jiwa dan perempuan 133.511 Jiwa dengan kepadatan penduduk 44 jiwa/ Km.
Dalam beberapa tahun terakhir, perekonomian Kabupaten Sarolangun menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dapat dilihat pada tahun 2013 laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun sebesar 7,89% sedangkan pada tahun 2014 mencapai angka 8.18%. mengalami peningkatan sebesar 0,29 %. Hingga saat ini, para pelaku ekonomi dan pengusaha yang melakukan berbagai macam aktivitas/kegiatan ekonomi yang lebih intensif maupun reguler di Kabupaten Sarolangun tumbuh, berkembang dan berkesinambungan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. struktur perekonomian juga didominasi oleh sektor pertanian yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB (Product Domestik Rational Bruto). Kontributor terbesar selanjutnya adalah sektor migas, pertambangan dan penggalian, serta sektor perdagangan, perhotelan dan restoran.





Geografis



LETAK GEOGRAFIS
Kabupaten Sarolangun merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jambi terletak di bagian barat Provinsi Jambi. Secara Geografis wilayah Kabupaten Sarolangun terletak pada posisi 1020 03’39” sampai 1030 13’17” BT dan antara 010 53’39” LS sampai 020 46’24” LS (Meridian Greenwich), dengan batas administrasi wilayah Kabupaten Sarolangun sebagai berikut:
  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.
  • Sebelah Barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Merangin Provinsi Jambi.
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan.
Secara administrasi, Kabupaten Sarolangun terbagi menjadi 10 Kecamatan dengan luas wilayah masing-masing dapat dilihat dalam tabel berikut:
No. Kecamatan Ibukota Luas Wilayah
2014
Km2 %
1 Batang Asai Pekan Gedang 858 13.90
2 Pauh Pauh 1.770 28.67
3 Sarolangun Sarolangun 319 5.17
4 Bathin VIII Limbur Tembesi 498 8.07
5 Mandiangin Mandiangin 636 10.30
6 Air Hitam Jernih 471 7.63
7 Limun Pulau Pandan 799 12.94
8 Cermin Nan Gedang Lubuk Resam 320 5.18
9 Pelawan Pelawan 330 5.34
10
Singkut Singkut
173
2.80
Sumber : BPS Kabupaten Sarolangun, 2014

KEADAAN ALAM
Keadaan topografi wilayah Kabupaten Sarolangun bervariasi, mulai dari datar, bergelombang sampai berbukit-bukit. Wilayah bagian utara umumnya datar hingga bergelombang, wilayah bagian timur datar bergelombang dan wilayah bagian selatan berbukit-bukit, sedangkan wilayah bagian barat datar bergelombang. Topografi wilayah Kabupaten Sarolangun terdiri dari dataran (0-2%) seluas 167.891 Ha, bergelombang (3-15%) seluas 272.412 Ha, Curam (16-40%) seluas 78.090 Ha dan sangat curam ( 40%) seluas 99.090 Ha.

KEADAAN IKLIM
Kabupaten Sarolangun memiliki iklim tropis basah dengan temperatur berkisar antara 200-320C dan curah hujan antara 2.400-2.500 mm per tahun. Temperatur udara rata-rata tercatat sebesar 240C dengan suhu tertinggi 320C pada bulan Agustus dan terendah 200C pada bulan Desember.
Jenis tanah di wilayah Kabupaten Sarolangun cukup beragam di berbagai tempat. Rincian dari jenis-jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Sarolangun dilihat pada tabel berikut:
No Kecamatan
Jenis Tanah (Ha)

PMK Latosol Andosol Aluvial Komp
Ltsl +
Litsl
JLH

1.
2.
3
4
5.
6
7.
8.
9.
10.

Sarolangun
Pelawan
Singkut
Limun
CNG
Bathin VIII
Batang Asai
Pauh
Mandiangin
Air Hitam

30.200
29.945
-
6.560
-
15.400
27.534
67.601
28.743
38.160

-
4.320
-
5.595
-
-
10.155
-
-
3.180

-
-
-
14.720
-
-
5.420
-
-
-

20.700
16.033
-
16.785
-
15.400
42.700
58.215
69.217
2.260

-
-
-
-
-
-
-
-
-
4.190

50.900
50.298
-
43.660
-
30.800
85.809
125.816
97.960
47.790
Sumber : Kantor Pertanahan Kabupaten Sarolangun, 2014




Visi dan Misi


VISI
Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Sarolangun Periode 2011 - 2016, adalah suatu kondisi yang akan dicapai Kabupaten Sarolangun lima tahun ke depan. Memperhatikan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang serta mempertimbangkan berbagai isu yang ada, maka visi Kabupaten Sarolangun yang akan diwujudkan pada tahapan kedua RPJP Daerah Kabupaten Sarolangun (Tahun 2011 – 2016) adalah :

SAROLANGUN LEBIH MAJU DAN SEJAHTERA”

LEBIH MAJU
Meningkatnya kemajuan pembangunan daerah dibidang sosial, ekonomi, politik dan hukum menuju kemandirian daerah.

LEBIH SEJAHTERA 
Terciptanya kondisi yang lebih kondusif bagi tumbuh kembangnya partisipasi ekonomi, sosial, budaya masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan

MISI
Agar Visi RPJMD Kabupaten Sarolangun Tahun 2011 – 2016 tersebut dapat diwujudkan, maka ditetapkan 5 (lima) misi sebagai berikut:
 1. Meningkatkan Infrastruktur Pelayanan Umum
 2. Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dan Daerah
 3. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia
 4. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik
 5. Meningkatkan Tata Kehidupan Masyarakat Yang Agamis, Berbudaya dan Harmonis

Website Sarolangun

No comments:

Post a Comment