Jembatan Beatrix Burg merupakan sejarah peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1938. Jembatan ini melintasi sungai Tembesi, muara dari sungai Batang Asai serta lokasi bertemunya sungai Tembesi dan sungai Batang Asai. Seiring berjalannya waktu dan berubahnya arah arus sungai Batang Asai serta putusnya tanjung dan beralihnya pulau (Tanjung Putus Pulau Beralih), akhirnya arus sungai terarah pada tebing tempat pondasi pangkal jembatan dibangun. Lama-kelamaan terjadilah erosi yang mengikis tanah dan tebing pondasi jembatan, yang akhirnya jembatan ini roboh separuh diterjang air sungai yang deras/banjir di kala itu, yang mengakibatkan jembatan ini tidak bisa digunakan lagi sebagai sarana transportasi darat. Akan tetapi, di saat Kabupaten Sarolangun dipimpin oleh Bapak Bupati H. Muhammad Madel, MM. jembatan ini dibangun dan diperbaiki kembali sehingga kita dapat menikmatinya dan menjadikannya sebagai objek wisata dan jalan alternatif bagi warga Sarolangun. Pada masa sekarang objek wisata ini selain dijadikan tempat rekreasi, juga dapat dijadikan tempat pemancingan ikan bagi warga dan wisatawan yang hobi memancing. Para wisatawan yang hobi memancing dapat memancing berbagai jenis ikan di sungai ini dari Jembatan Beatrix Burg dan Jembatan Besi ataupun dari tepi tebing sungai. Di sungai ini terdapat berbagai macam jenis ikan yang dapat dipancing seperti ikan baung, ikan dalum, ikan belido, ikan tilan, ikan tembakang, ikan batu, dan lain sebagainya.



Foto nomor 1 dan 2 bukanlah jembatan beatrix sarolangun. Silahkan dicrosschekck terlebih dulu dengan sumber yang akurat agar tidak terjadi pembohongan publik. Trims.
ReplyDelete